Menurut keterangan Kepala Bidang Migas, Listrik dan Pengembangan Energi Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kaltim Vinsentius Yulianus T dalam paparannya pada acara Seminar Sumber Daya Alam (SDA) dan Lingkungan di aula Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, beberapa waktu yang lalu, bahwa diperkirakan cadangan batu bara di daerah ini masih akan bertahan hingga 90 tahun.
Selain Vinsentius, hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut diantaranya Ketua Lembaga Penelitian Universitas Mulawarman Wawan Kustiawan, kemudaian Rafidin Rizal dari Kantor Kementrian Lingkunan Hidup dan praktisi ekonomi dan akuntasi dari UNMUL, Bapak Asmapane.
Menurut Visentius, potensi sumber energi Kaltim terbagi dua, yakni energi tak terbarukan dan energi terbarukan. Energi tak terbarukan seperti batu bara yang kini memiliki cadangan sekitar 38 % perhitungan secara nasional dengan kapasitas produksi sekitar 93 juta ton / tahun atau sekitar 68,5 persen.
� Jadi kalau produksi batu bara kita diasumsikan tetap dengan cadangan yang ada, maka cukup untuk 90 tahun kedepan. Jadi tambang batu bara masih cukup potensial, � kata Vinsentius yang mewakili Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kaltim.
Sedangkan untuk gas bumi di Kaltim, lanjut Vinsentius masih berpotensi dalam perhitungan secara nasional mencapai 26,2 % dengan produksi sekitar 37 % secara nasional. � Jika diproduksi terus hingga kondisinya saat ini masih bertahan 20 tahun. Demikian juga dengan minyak bumi kita hanya bertahan sampai 10 tahun kedepan, tambas Vinsentius.
Selain batu bara, minyak bumi dan gas masih terdapat sumber energi lainnya yaitu gas metan. Saat ini, menurut Vinsentius masih dalam riset Departemen Energi dan Mineral. � Saya kira ini adalah salah satu potensi yang cukup besar di Kaltim, bahkan melebihi daripada gas bumi yaitu sekitar 106 triliun standar kubik atau sekitar 23,5 persen cadangan nasional kita, � tuturnya.
Namun demikian dalam proses eksploitasi dan eksplorasi kekayaan alam di Kaltim yang juga memiliki kepentingan devisa negara maupun daerah perlu memperhatikan dari segi lingkungan yang dapat mengakibatkan dampak baik ke masyarakat maupun secara global. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar